Selasa, 31 Oktober 2017
CATCH YOUR DREAMS AND LETS STUDY WORLDWIDE
Studi di SPANYOL & ITALIA
Ingin melanjutkan kuliah dan melihat keunikan 2 negara Latin di dunia❓
Ayo studi di Spanyol dan Italia ✈ ๐ช๐ธ ๐ฎ๐น
Sudah saatnya "Pemuda Zaman Now" Go Internasional ✈ ✈
Info lebih lanjut hubungi:
☎ Hotline service:
+6281519040071
+62811998167
+628119989155
๐ Euro Management Indonesia
Gd. Ir. H.M. Suseno - Rumah Eropa
Jl. R P. Soeroso No. 6,
Menteng, Jakarta Pusat.
๐ง : info@euromanagement.co.id
๐ : www.euromanagement.co.id
CATCH YOUR DREAMS AND LETS STUDY WORLDWIDE
Tahukah kamu⁉๐ค
.
.
3 kota terbaik menurut survei tahunan Worldwide Quality of Living Survey adalah Wina, Zurich, dan Jenewa yang berada di negara Swiss dan Austria.. Ingin punya pengalaman kuliah di 3 kota terbaik tersebut?? Sudah saatnya "Pemuda Zaman Now" Go Internasional ✈
Hotline service:
+62 81519040071
+62 8119989155
+62 811998167
๐งinfo@euromanagement.co.id
๐www.euromanagement.co.id
๐ซRumah Eropa
Gd. Ir. H M. Suseno
Jl.R.P Soeroso No.6
Menteng - JakPus
Senin, 30 Oktober 2017
TINGKATKAN KERJASAMA EURO MANAGEMENT INDONESIA - SEKOLAH SEKOLAH DI INDONESIA
Jl. HR. Soebrantas Panam No.62,
Kota Pekanbaru – Riau
Penandatangan MoU Kerjasama antara Euro Management Indonesia dengan SMA Babusalam Pekanbaru.
Euro Management Indonesia melakukan Kerjasama Pengiriman Pelajar Ke Luar Negeri dengan SMA Babusalam Pekanbaru.
Dimana Bpk. Achmad Rahadian selaku Senior Manager Marketing sebagai Perwakilan Euro Management Indonesia dengan pihak Kepala Sekolah SMA Babusalam Pekanbaru Bapak Ustad Drs. H. Imran Effendy Hasibuan, MA.
Kerjasama ini dalam rangka Program Pengiriman Pelajar -Pelajar untuk Studi S1 (Bachelor) ke Pusat - Pusat peradaban dunia di 25 negara maju dunia diantaranya :
Jerman
Prancis
UK
Irlandia
Spanyol
Italia
Austria
Swiss
Belanda
Rusia
Skandinavian :
Norwegia
Finlandia
Denmark
Swedia
USA
Jepang
Cina
Korea Selatan
Qatar
EUA
Kuwait
Arab Saudi
Australia
New Zealand
Go..Go...Go...
Maju Terus Anak - anak Intelektual Bangsa..
Saatnya GO INTERNASIONAL...
Euro Management Indonesia melakukan Kerjasama Pengiriman Pelajar Ke Luar Negeri dengan SMA Babusalam Pekanbaru.
Dimana Bpk. Achmad Rahadian selaku Senior Manager Marketing sebagai Perwakilan Euro Management Indonesia dengan pihak Kepala Sekolah SMA Babusalam Pekanbaru Bapak Ustad Drs. H. Imran Effendy Hasibuan, MA.
Kerjasama ini dalam rangka Program Pengiriman Pelajar -Pelajar untuk Studi S1 (Bachelor) ke Pusat - Pusat peradaban dunia di 25 negara maju dunia diantaranya :
Skandinavian :
USA
Go..Go...Go...
Maju Terus Anak - anak Intelektual Bangsa..
Saatnya GO INTERNASIONAL...
Membangun Pemuda Berkualitas
Oleh Bimo Joga Sasongko
Peringatan ke-89 Hari Sumpah Pemuda (HSP) bertema “Pemuda Indonesia
Berani Bersatu.” Data demografi menunjukkan, jumlah pemuda Indonesia sesuai
dengan UU tentang Kepemudaan dengan rentang usia antara 16–30 tahun sebanyak
61,8 juta orang. Jumlah itu 24,5 persen dari total penduduk.
Berani bersatu dalam tema
HSP merupakan salah satu bentuk karakter pemuda yang diperlukan saat ini. Untuk
membentuk karakter pemuda Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Presiden
(Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter.
Dalam Perpres dinyatakan,
Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) adalah gerakan pendidikan di bawah tanggung
jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui
harmonisasi olah hati, rasa, pikir, dan raga. Ini dengan pelibatan dan kerja
sama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat.
Tujuan PPK membekali
peserta didik guna menghadapi dinamika perubahan masa depan. Juga untuk
merevitalisasi dan memperkuat potensi dan kompetensi pendidik, tenaga
kependidikan, peserta didik, masyarakat, serta lingkungan keluarga dalam
mengimplementasikan PPK.
PPK tidak efektif dan bisa
jadi program ini akan layu sebelum berkembang jika pelaksanaan di lapangan para
peserta didik hanya dijejali dengan doktrin-doktrin yang membosankan.
Pengalaman pada era Orde Baru menunjukkan, doktrin yang kaku dalam pendidikan
moral Pancasila kurang efektif. Bahkan, telah menjadi bumerang karena justru
mendangkalkan nilai-nilai Pancasila dan menyempitkan cakrawala kebangsaan dalam
mengarungi persaingan global dan menggapai kemajuan.
Adalah keniscayaan,
pendidikan karakter siswa yang dilandasi dengan nilai Pancasila memerlukan
proses kreatif dan daya inovatif sesuai dengan kondisi kekinian. Pembentukan
karakter unggul siswa memerlukan waktu belajar yang lebih panjang. Karena para
siswa perlu presentasi diri mengenai gagasan dan ide-idenya di dalam kelas.
Presentasi dari masing-masing siswa perlu dilakukan agar percaya diri dan lebih
memahami pelajaran serta bisa mendorong kreativitas.
Agar PPK bisa efektif dan
tepat sasaran, perlu melibatkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
Karena lembaga ini memiliki pengalaman panjang dan konten yang lengkap untuk
mencetak remaja kreatif, inovatif, dan berkepribadian unggul. Sejak awal tahun
80-an, LIPI telah melakukan gerakan mengilmiahkan remaja lewat kelompok ilmiah
remaja (KIR), perkemahan ilmiah remaja, hingga lomba karya ilmiah remaja (LKIR)
dalam berbagai disiplin ilmu.
Perkemahan ilmiah remaja
merupakan kegiatan pembinaan ilmiah kepada siswa untuk memberikan pemahaman
mendasar mengenai metodologi penelitian ilmiah serta etika penelitian. Kegiatan
ini berupa pemberian materi metodologi penelitian dalam kelas bidang Ilmu
Pengetahuan Alam dan Teknik (IPA-Tek) serta Ilmu Pengetahuan Sosial. Kegiatan
ini bertujuan meningkatkan minat dan kemampuan remaja di bidang ilmu
pengetahuan dan penelitian serta membimbing remaja melaksanakan penelitian
ilmiah yang terkait dengan lingkungan sekitarnya.
Gerakan mengilmiahkan
remaja oleh LIPI selama ini melibatkan para guru besar, peneliti senior dan
perguruan tinggi tersebut telah membuahkan karakter remaja yang mencintai ilmu
pengetahuan dan melahirkan pribadi yang ulet dalam persaingan. LIPI memiliki
metode dan pengalaman untuk mendorong para remaja berani mengeluarkan gagasan
cemerlang lalu melakukan presentasi ilmiah tentang karyanya di depan forum dan
publik.
Presentasi siswa tentang
ide dan karya otentik sejak awal tahun 80-an telah menjadi perhatian serius
para guru besar. Seperti Profesor Andi Hakim Nasution, Profesor Mien A Rivai,
dan koleganya lain yang sangat setia menjadi dewan juri lomba ilmiah remaja
baik yang diselenggarakan LIPI maupun Kemendikbud.
Ketua LIPI waktu itu
Profesor Bachtiar Rifai, kemudian dilanjutkan oleh Profesor Dody Tisna Amidjaja
telah mengokohkan karakter ilmiah di kalangan remaja. Begitu juga Menteri
Pendidikan seperti Daoed Joesoef, Nugroho Notosusanto, Fuad Hasan, hingga
Wardiman Djojonegoro juga aktif mengikuti presentasi yang dilakukan oleh para
siswa sekolah menengah. Presentasi seperti telah membuka jalan lahirnya
generasi unggul yang mampu bersaing secara global.
Ruang Kreativitas
Di masa depan, para guru
harus intens membimbing presentasi siswa setelah menyerap pelajaran. Perlu
ruang kreativitas untuk menunjang suksesnya program PPK. Ruang kreativitas juga
digunakan agar siswa lebih menjiwai nilai Pancasila dan kepribadian bangsa,
serta untuk meneladani dan napak tilas keahlian para pahlawan bangsa. Pelajaran
sejarah tidak lagi menjadi angin lalu, namun menjadi objek keteladanan yang
konkrit dan relevan dengan tantangan terkini.
Sejarah Indonesia
sebenarnya banyak berisi contoh karakter unggul, kepemimpinan otentik, jiwa
kesatria, dan kompetensi tinggi. Nilai kepahlawanan tidak hanya rela dan berani
mati dalam memperjuangakan bangsa, tetapi juga banyak melahirkan pahlawan ahli
negosiasi dan diplomasi lewat kemahiran berbahasa asing. Kini, hal tersebut
sangat penting utamanya untuk urusan perekonomian global yang makin kompleks
dan penuh aspek negosiasi.
Persaingan sengit
antarbangsa membutuhkan sosok piawai bernegosiasi dan berdiplomasi setara peran
Haji Agus Salim atau LN Palar era kemerdekaan dulu. Di masa depan Indonesia
membutuhkan generasi jago negosiasi dan diplomasi ekonomi. Ini khususnya
perdagangan dan investasi guna memenangkan persaingan global mengatasi kondisi
“The Great Disruption” yang sering mewarnai dunia.
Para siswa harus lebih
banyak mempelajari dialektika pahlawan bangsa untuk kemajuan. Betapa
mengagumkan, para pahlawan yang sudah berjuang sejak belia. Seperti diperlihatkan
Dokter KRT Radjiman Wediodiningrat pada usia 20 tahun sudah lulus dokter dari
Stovia Batavia dengan prestasi tinggi.
Program PPK berhasil jika
bisa mencetak pemuda santun, cerdas, inspiratif, dan berprestasi. Dalam dekade
terakhir ada kegalauan luar biasa para pemimpin dunia yang lebih dulu mengalami
kemajuan berkat industrialisasi liberal dan kapitalistik. Negara maju seperti
Amerika Serikat sekalipun begitu resah terkait kualitas dan daya saing para
remaja.
Daya saing suatu bangsa
ditentukan kreasi inovasi kaum muda. Ini seperti tergambar dalam kajian lembaga
pendidikan terkemuka Amerika, Harvard Business. Di situ ditekankan perlu
mendorong daya saing kaum muda di bidang sistem inovasi dan produksi.
Kini, saatnya totalitas
membangun ruang kreativitas sekolah. Negeri ini membutuhkan begitu banyak tokoh
muda inovator menuju kejayaan bangsa. Inovasi segala macam disiplin ilmu dan
keanekaragaman budaya.
Sabtu, 28 Oktober 2017
Sumpah Pemuda dan Generasi Milenial
Oleh
: Bimo Joga Sasongko *)
Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-89 diwarnai dengan kerawanan generasi
milenial yang alami ketergantungan berat terhadap akses internet. Aspek
konektivitas tengah menjadi candu bagi generasi muda kini. Sayangnya hal
tersebut belum mendongkrak produktivitas dan nilai tambah ekonomi kebanyakan
pemuda. Belanja teknologi informasi dikalangan generasi milenial justru makin
boros dan kurang digunakan untuk hal-hal yang produktif.
Hadirnya
teknologi digital harusnya menjadikan Indonesia semakin produktif dan berdaya
saing. Nyatanya belum demikian. Teknologi itu baru digunakan untuk hal-hal yang
konsumtif. Remaja yang menggunakan TIK untuk kegiatan inovatif produktif
masih langka. Kerawanan generasi milineal diatas harusnya menjadi perhatian
serius.
Kebetulan
peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini bertema “Pemuda Indonesia Berani
Bersatu”. Perlu ada tekanan makna terhadap kata bersatu sebagai agenda aksi
bersama untuk eleminir kerawanan generasi milenial dalam berkonektivitas.
Data
demografi menunjukan bahwa jumlah pemuda di Indonesia sesuai dengan
Undang-undang tentang Kepemudaan dengan rentang usia antara 16-30 tahun,
berjumlah 61,8 juta jiwa. Jumlah penduduk tersebut bisa kita sebut sebagai
generasi milenial.
Bisa
juga disebut sebagai C-generation (conected
generation). Jumlah itu 24,5% dari total penduduk Indonesia yang mencapai
252 juta orang (BPS, 2014). Kondisi demografi pemuda diatas harus dikelola
secara totalitas dan strategi yang jitu. Agar jumlah besar itu nantinya tidak
menjadi pemboros yang menjadi beban bangsa ke depan.
Berdasarkan
penelitian Alvara Research Center terdapat beberapa ciri generasi milenial. Pertama, generasi itu sangat kecanduan
internet. Pada umumnya mereka menggunakan internet memakan waktu rata-rata satu
sampai enam jam per hari. Kedua,
mereka mengakses internet menggunakan smartphone.
Internet selalui diakses karena keinginan mengaktifkan hubungan (chatting, saling berkirim pesan, gambar
dan video call) dengan teman media
sosialnya.
Ketiga, mereka akses internet setiap waktu mulai bangun tidur
hingga kembali tidur. Puncak dari mengakses internet terjadi saat mereka
luang dari kegiatan rutinitas, yaitu dari pukul 18.00 hingga pukul 22.00.
Kerawanan
yang mengintai generasi milenial juga berupa kecenderungan anti sosial. Apalagi
sekarang negeri ini belum ada arah yang jelas terkait dengan perkembangan
teknologi informasi dan komunikasi untuk pendidikan. Mestinya teknologi
pendidikan bisa mengatasi dampak negatif dari interaksi generasi muda dengan
perkembangan teknologi tersebut. Sayangnya, kebijakan nasional terkait
teknologi informasi dan komunikasi pendidikan selama ini dalam kondisi amorfik
sehingga gagal menjadi wahana untuk membentuk C-generation yang sehat dalam berkonektivitas.
Teknologi Untuk Rakyat Banyak
Era
konvergensi teknologi informasi mestinya melahirkan generasi C yang ideal, yang
mampu lakukan konektivitas produktif, konten kreatif, kolaborasi inovasi, dan
pengembangan pemikiran kontekstual.
Negara
maju seperti halnya Amerika Serikat telah berusaha keras untuk atasi dampak
negatif penggunaan internet bagi generasi milenial. Kerisauan terhadap dampak
negatif perkembangan teknologi informasi bagi generasi bangsa tergambar dalam
buku Mark Bauerlein yang pernah menjadi best
seller. Yakni “The Dumbest
Generation”. Buku Bauerlein itu mengulas tentang pembodohan dan sifat boros
anak-anak Amerika Serikat akibat akses internet dan gim.
Buku
itu menggugat janji-janji teknologi informasi dengan berbagai tajuk, seperti knowledge sharing, information superhighway,
dan lain-lain. Ternyata, janji-janji itu tidak seluruhnya benar.
Hanya
sebagian anak muda yang berhasil memetik sisi positif dari perkembangan
teknologi tersebut. Hal itu pada akhirnya melahirkan generasi muda yang boros,
pemalas dan suka jalan pintas yang diistilahkan sebagai generasi dumbest alias dungu. Secara lugas buku
itu juga mengkaji kecenderungan generasi muda menjadi generasi yang cuma sibuk chatting tanpa konteks intelektualitas
yang mendalam.
Pemerintah
jangan justru mendorong sifat boros generasi milenial dalam hal
berkonektivitas. Pemerintah perlu fokus kepada program teknologi informasidan
komunikasi kerakyatan yang bertujuan menjadikan teknologi tersebut untuk
kemaslahatan rakyat seluas-luasnya dengan harga yang semurah-murahnya. Dengan
berbagai terobosan teknologi dan inovasi tepat guna yang mengedepankan open sources dan membongkar regulasi
yang selama ini cenderung berpihak kepada vendor asing.
Kabinet
Kerja Presiden Jokowi diharapkan bisa mewujudkan e-Readiness Indonesia untuk atasi kerawanan generasi milenial dalam
berkonektivitas. Perlu kesiapan infrastruktur teknologi informasi kerakyatan,
sistem inovasi, insentif pengembang Produk TI, dan faktor sosio teknologi untuk
atasi dampak negatif pesatnya teknologi informasi.
Hadirnya
teknologi digital harusnya menjadikan bangsa Indonesia semakin kreatif dan
produktif. Nyatanya belum demikian. Teknologi baru digunakan untuk mengonsumsi,
dan untuk produktivitas masih langka.
Hal
itu dikemukakan oleh maestro industri kreatif Garin Nugroho dalam berbagai
diskusi ilmiah di beberapa perguruan tinggi. Menurut Garin, belum ada
kesadaran bahwa teknologi informasi dan media baru mesti dikapitalisasi atau
diproduktivitaskan.
Sebagai
salah satu negara yang selalu masuk dalam lima besar pengguna internet di
dunia, tapi bangsanya masih membudidayakan konsumerisme. Kondisi Tersebut
membuat ranah teknologi informasi dan sosial media praktis telah dikooptasi
atau digunakan oleh pasar global daripada pasar lokal.
*)
Pendiri Euro Management Indonesia. Ketua Umum IABIE.
Jumat, 27 Oktober 2017
๐ฎ๐ฉ๐ฉ๐ช๐ฎ๐ฉ๐ฉ๐ช๐ฎ๐ฉ๐ฉ๐ช๐ฎ๐ฉ๐ฉ๐ช๐ฎ๐ฉ๐ฉ๐ช
Diskusi 4 Mata
๐ Jumat, 20 Oktober 2017
๐ฐ Pukul 18.30 WIB
๐ข Kantor Pusat
Euro Management Indonesia
Gd. Ir. H M. Suseno
Jl. R. P Soeroso no.6
Menteng - Jakarta Pusat 10330
Diskusi 4 Mata Presiden Direktur & CEO
Euro Management Indonesia, Bimo Sasongko BSAE, MSEIE, MBA dengan Herr Henning Lauterbach, Pemilik dan Pimpinan Hartnackschule,Berlin, Jerman
yang telah melakukan ujian sertifikasi bahasa Jerman level B1-B2 kepada siswa/i PPS S1 Jerman. Angkatan 14 Grup OHM Tahun 2017-2018.
Hartnackschule adalah lembaga bahasa di Jerman yang sudah berdiri selama 100 tahun, dan telah bekerjasama selama 9 tahun dengan Euro Management Indonesia
๐ฎ๐ฉ๐ฉ๐ช๐ฎ๐ฉ๐ฉ๐ช๐ฎ๐ฉ๐ฉ๐ช๐ฎ๐ฉ๐ฉ๐ช๐ฎ๐ฉ๐ฉ๐ช๐ฎ๐ฉ๐ฉ๐ช
Diskusi 4 Mata
๐ Jumat, 20 Oktober 2017
๐ฐ Pukul 18.30 WIB
๐ข Kantor Pusat
Euro Management Indonesia
Gd. Ir. H M. Suseno
Jl. R. P Soeroso no.6
Menteng - Jakarta Pusat 10330
Diskusi 4 Mata Presiden Direktur & CEO
Euro Management Indonesia, Bimo Sasongko BSAE, MSEIE, MBA dengan Herr Henning Lauterbach, Pemilik dan Pimpinan Hartnackschule,Berlin, Jerman
yang telah melakukan ujian sertifikasi bahasa Jerman level B1-B2 kepada siswa/i PPS S1 Jerman. Angkatan 14 Grup OHM Tahun 2017-2018.
Hartnackschule adalah lembaga bahasa di Jerman yang sudah berdiri selama 100 tahun, dan telah bekerjasama selama 9 tahun dengan Euro Management Indonesia
๐ฎ๐ฉ๐ฉ๐ช๐ฎ๐ฉ๐ฉ๐ช๐ฎ๐ฉ๐ฉ๐ช๐ฎ๐ฉ๐ฉ๐ช๐ฎ๐ฉ๐ฉ๐ช๐ฎ๐ฉ๐ฉ๐ช
Pers Release Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-89, 28 Oktober 2017
PERS RELEASE
Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-89
28 Oktober 2017
Sumpah Pemuda dan
Navigasi Generasi Milenial
Peringatan
Hari Sumpah Pemuda (HSP) 2017 bertema “Pemuda Indonesia Berani Bersatu”. Potensi demografi pemuda Indonesia
yang jumlahnya sangat besar harus menjadi SDM penggerak
kemajuan bangsa, bukan beban sosial yang menjadi pecundang zaman. Pemuda harus
berani bersatu untuk wujudkan kemajuan disegala bidang.
Data
demografi Indonesia menunjukkan jumlah pemuda di Indonesia dengan rentang usia antara 16-30 tahun, sebanyak 61,8 juta
orang. Secara kuantitas angka tersebut sangat besar potensi dan resikonya. Oleh
sebab itu butuh navigasi agar potensi pemuda tidak salah kaprah dan salah urus.
Pemuda saat ini disebut sebagai Generasi Milenial yang kesehariannya sangat
akrab dengan perangkat teknologi informasi. Generasi milenial Indonesia mesti
produktif dan inovatif. Jangan kerasukan
konsumerisme yang boros dan tergantung produk asing.
Mulai tahun
2020 sampai 2035, Indonesia akan menikmati suatu era yang langka yang disebut
dengan Bonus Demografi. Dimana jumlah usia produktif Indonesia diproyeksikan
berada pada grafik tertinggi dalam sejarah bangsa ini, yaitu mencapai 64 persen
dari total jumlah penduduk Indonesia. Bonus
demografi analog pisau bermata dua. Disatu sisi merupakan potensi atau peluang
yang sangat strategis bagi sebuah negara untuk dapat melakukan percepatan
pembangunan ekonomi dengan dukungan ketersediaan SDM usia produktif dalam
jumlah yang besar. Namun jika salah kelola, maka bukan bonus yang didapat,
tetapi bisa timbulkan malapetaka sosial.
Sumpah
Pemuda adalah inisiatif hebat dari Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI)
saat 89 tahun yang lalu. Inisiatif melahirkan Sumpah Pemuda yang menjadi
tonggak kokoh bagi terwujudnya persatuan Indonesia. Aktualisasi semangat Sumpah
Pemuda saat ini menjadi penting, lantaran bangsa ini membutuhkan inisiatif
besar untuk menghadapi globalisasi. Persaingan ideologi dan politik telah
berganti menjadi persaingan inovasi antar bangsa. Apalagi
planet Bumi kondisinya semakin crowded sehingga perlu inisiatif persatuan dalam
bentuk kolaborasi berkarya yang mampu melahirkan berbagai solusi cerdas.
Melihat kondisi global, Indonesian butuh pemuda-pemuda yang benar-benar mampu
kendalikan semangat zaman dengan inisiatif besar lewat berbagai inovasi untuk
mewujudkan kemajuan
bangsa.
Pemuda
itu harus mampu menciptakan economic value sebesar-besarnya di negerinya yang kaya
dengan sumber daya. Tata ekonomi
dunia sekarang diwarnai dengan digitalpreneur yakni kewirausahaan dengan
memanfaatkan teknologi digital. Dalam konteks diatas Indonesia membutuhkan
platform besar “For Brighter Digitalpreneur” untuk mencetak digital inventor
yang lebih banyak lagi dari kalangan pemuda. Agar dampak buruk teknologi
informasi dan kerawanan generasi milenial bisa diatasi.
Peringatan
HSP kali ini diwarnai dengan kerawanan generasi milenial yang alami
ketergantungan berat terhadap akses internet. Aspek konektivitas tengah menjadi
candu bagi generasi muda kini. Sayangnya hal tersebut belum mendongkrak
produktivitas dan nilai tambah ekonomi kebanyakan pemuda. Belanja teknologi
informasi dikalangan generasi milenial justru makin boros dan kurang digunakan
untuk hal-hal yang produktif.
Hadirnya
teknologi digital harusnya menjadikan Indonesia semakin produktif dan berdaya
saing. Nyatanya belum demikian. Teknologi itu baru digunakan untuk hal-hal yang
konsumtif. Remaja yang menggunakan TIK untuk
kegiatan inovatif produktif masih langka. Kerawanan generasi milineal
diatas harusnya menjadi perhatian serius seluruh komponen bangsa.
Kerawanan
yang mengintai generasi milenial juga berupa kecenderungan anti sosial. Apalagi
sekarang negeri ini belum ada arah yang jelas terkait dengan pengembanganteknologi
informasi dan komunikasi (TIK) untuk pendidikan. Mestinya TIK pendidikan bisa
mengatasi dampak negatif dari interaksi generasi muda dengan perkembangan TIK.
Sayangnya, kebijakan nasional terkait TIK pendidikan belum berhasil menjadi
wahana untuk membentuk generasi milenial yang sehat dalam
berkonektivitas. Era konvergensi teknologi informasi mestinya membentuk
generasi milenial yang ideal, yang mampu lakukan konektivitas produktif, konten
kreatif, kolaborasi inovasi, dan pengembangan pemikiran kontekstual.
Atas perhatian dan kerjasama antara Euro Manajemen
Indonesia dan rekan-rekan jurnalis media massa, baik media cetak maupun
elektronik, kami sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya.
Jakarta, 28 Oktober
2017
Bimo Sasongko, BSAE, MSEIE, MBA
President
Director & CEO
Surat Dukungan dari KEMENTERIAN KEMENLU
Surat dukungan yang di berikan kepada Euro Management Indonesia sebagai satu-satunya konsultan pendidikan Internasional terbesar di Indonesia yang mempunyai Ikatan Alumni yang Kuat, untuk terus mensosialisasikan program unggulannya, yaitu Program Beasiswa Bahasa yang bertemakan Indonesia 2030: Sejuta Indonesia di Jantung Dunia. Salah satu cara yang dilakukan oleh Euro Management Indonesia adalah dengan terus melakukan pertemuan dan kerjasama dengan berbagai institusi pemerintahan.
Pemuda Pengendali Zaman
Oleh Bimo Joga Sasongko
*)
Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-89 diwarnai fenomena
kepemimpinan yang semakin belia. Baik kepemimpinan politik maupun korporasi.
Patut angkat topi menyaksikan kepemimpinan dunia semakin diisi oleh sosok
belia. Terakhir ini banyak terpilih kepala pemerintahan dengan usia yang
relatif muda. Sebut saja, Jacinda Ardern (37 tahun) Perdana Menteri Selandia
Baru. Ardern melakoni anggota dari Partai Buruh sejak berusia 17 tahun.
Selain itu pemilu Austria juga menghasilkan pemimpin baru
berusia 31 tahun, yakni Sebastian Kurz. Dan, masih sederet pemimpin muda dunia
lainnya seperti Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau hingga Presiden
Prancis Emmanuel Macron. Peringatan HSP tahun ini bertema “Pemuda Indonesia
Berani Bersatu”. Data demografi menunjukkan bahwa jumlah pemuda di Indonesia
sesuai dengan UU tentang kepemudaan dengan rentang usia antara 16-30 tahun,
berjumlah 61,8 juta orang.
Jumlah itu 24,5 persen
dari total penduduk Indonesia yang mencapai 252 juta orang (BPS, 2014). Kondisi
demografi pemuda diatas harus dikelola secara totalitas dan strategi yang jitu
agar jumlah besar itu nantinya tidak menjadi beban sejarah hingga berubah
menjadi bencana sosial. Ada tiga karakter dan kapasitas yang perlu
dikapitalisasi setiap generasi muda untuk memenangi pertarungan masa depan
sekaligus dalam mewujudkan mimpi Indonesia.
Pertama, diperlukan generasi muda yang memiliki kualitas
integritas yang tinggi, Kedua, kapasitas keahlian dan intelektual yang cukup
mumpuni dan, ketiga, karakter kepemimpinan yang peduli dan profesional di bidangnya.
Tak pelak lagi, Bangsa Indonesia sedang menanti bangkitnya kaum muda yang
berani bersatu untuk kendalikan semangat jaman.
Perlu membangun optimisme kebangsaan bahwa tidak lama lagi
pemuda mampu mewujudkan mimpi bangsa Indonesia, dan menjadi sangat terhormat di
antara bangsa lain. Bahkan lebih dari itu, bangsa ini perlu bermimpi untuk
suatu saat memimpin dunia. Memimpin dalam aspek politik, budaya, ilmu
pengetahuan dan teknologi.
Proyeksi dan prediksi tentang Indonesia yang akan
menjadi bangsa besar dan maju pada tahun 2030 telah dibuat McKinsey Global
Institute. Berbagai indikator telah dikemukakan oleh McKinsey Global Institute.
Seperti potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang amat hebat jika SDM muda
dikelola dan diarahkan dengan benar.
Sejarah menunjukkan bahwa kaum belia lebih tangguh dan
trengginas mengendalikan semangat jaman dan berani membuat terobosan dan karya
inovatif. Orang tua kita sering menyatakan bahwa anak muda itu ''kaduk wani
kurang deduga'' (kelewat berani tapi kadang-kadang kurang perhitungan). Itulah
kekuatan dan keajaibannya kaum muda. Sejarah kebangsaan kita telah menyajikan kehebatan
para tokoh muda belia.
Banyak di antaranya malah mencapai puncak kariernya dalam usia
yang masih sangat belia. Kita akan terus menyaksikan munculnya pemimpin yang
makin belia di berbagai bidang kehidupan. Terutama mereka yang menjadi
penggerak inovasi yang bisa merubah kehidupan lebih baik.
Kiprah pemimpin belia penggerak inovasi menarik untuk
diamati. Antara lain sosok Gubernur dan Wagub DKI Jakarta, Anies Baswedan dan
Sandiaga Uno. Yang kini mulai bangkitkan kapasitas inovasi dengan sasaran utama
kaum pemuda.
Solusi persoalan bangsa tidak cukup dengan pembangunan
infrastruktur. Yang lebih penting adalah lahirkan berbagai macam inovasi dari
dan untuk masyarakat.
Sesaat setelah dilantik Gubernur dan Wakil Gubernur
DKI langsung meluncurkan Citizen Innovation Laboratory atau laboratorium
inovasi warga. Wagub Sandiaga Uno optimis akan lahirkan 100 ribu penggerak
inovasi dari kalangan pemuda lewat laboratorium yang dikelola oleh Pemprov
bersama dengan masyarakat.
Slogan “Membangun Kota dengan Gerakan Warga dan
Inovasi” oleh Gubernur DKI yang baru mesti kedepankan partisipasi pemuda.
Benih-benih kreativitas warga kota sulit tumbuh subur tanpa disertai dengan
penguatan sistem inovasi. Sayangnya sistem inovasi selama ini belum progresif
dan masih terjerat birokrasi sehingga sulit terserap oleh masyarakat
luas. Padahal, sistem inovasi dunia telah ditandai dengan kencangnya laju
open innovation atau inovasi terbuka.
Antara lain menjadikan
hasil-hasil riset yang dilakukan oleh berbagai pihak bisa dikolaborasi dan
digunakan oleh masyarakat secara mudah.Program penggerak inovasi DKI Jakarta
searah dengan pemikiran Profesor Henry Chesbrough seorang pakar dari UC
Berkeley. Dia telah melakukan riset panjang tentang open innovation di
lembaga-lembaga riset dan perusahaan besar di Amerika Serikat.
Dari riset tersebut dihasilkan beberapa buku kategori best
seller. Salah satu bukunya berjudul “Open Business Models; How to Thrive in the
New Innovation Landscape” sangat berguna untuk penggerak inovasi dan suburkan
budaya inovasi.Kini laju open innovation semakin kencang dan terus
mengubah cara barang dan jasa diciptakan dalam perokonomian global. Begitupun
perusahaan multinasional mulai mentransformasikan dirinya menjadi model
perusahaan kolaboratif.
Transformasi tersebut menjadi peluang emas bagi para inovator di
DKI Jakarta yang bernaung dalam Citizen Innovation Laboratory. Selama ini
sistem inovasi di negeri ini masih belum kondusif dan baru bersifat elitis
alias kurang merakyat.
Menurut Freeman sistem inovasi pada dasarnya merupakan suatu
kesatuan yang terdiri dari sehimpunan aktor, kelembagaan, jaringan, kemitraan,
hubungan interaksi dan proses produktif yang mempengaruhi arah perkembangan dan
kecepatan inovasi dan difusinya serta proses pembelajaran.
Gerakan inovasi di DKI Jakarta membutuhkan dana yang cukup
besar. Tentunya tidak cukup dari sumber APBD. Perlu dibentuk innovation fund
semacam dana abadi.
Dana itu diharapkan
berasal dari APBN/APBD, CSR perusahaan dan sumbangan dari pihak ketiga dari
dalam maupun luar negeri. Dana tersebut sebaiknya dikelola oleh badan otonom.
Pemerintah pusat harus segera mendukung secara konkrit gerakan inovasi DKI.
Apalagi pada saat ini betapa rendahnya investasi nasional dalam
penelitian dan pengembangan yang kurang dari 0,1 persen dari Pendapatan
Domestik Bruto (PDB). Hal ini tentunya bisa menghambat kapasitas Indonesia
untuk berkembang menjadi negara maju. Perlu totalitas untuk membangkitkan daya
inovasi dan kreasi guna kesejahteraan dan peradaban Indonesia.
*) Pendiri Euro
Management Indonesia. Ketua Umum IABIE.
UJIAN TES ONDAF (Online Deutsch als Fremdsprache)
๐ Kamis, 26 Oktober 2017
๐ข Gedung Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya
Jalan Margonda Raya – Depok
Ujian Tes OnDaf merupakan pra-syarat untuk dapat mengikuti Ujian Masuk (Aufnahmetest) Studienkolleg TU- Berlin, HTW Berlin dan Beuth Hochschule Berlin. Ujian kali ini diikuti oleh 83 Siswa PPS S1 Jerman, Angkatan 14 Grup Ohm.
Selamat kepada para siswa-siswi Euro Management Indonesia setelah mengikuti hari ke 2 Ujian Test OnDaF , Semoga Sukses dan berhasil diterima di Studienkolleg Impian.
GO..GO...GO..‼
Maju Terus Intelektual Bangsa
Viva Euro Management Indonesia

























