MEMBENTUK ASN KELAS DUNIA


Postur Aparatur Sipil Negara (ASN) saat ini perlu dikembangkan, sehingga portofolio kompetensinya sesuai dengan standar global. Reformasi birokrasi dengan menekankan progarm revolusi mental hendaknya disertai dengan program pengembangan karier yang mampu membentuk ASN kelas dunia.
Tak pelak lagi ASN juga membutuhkan program pengembangan diri, baik lewat kursus atau diklat reguler, maupun melanjutkan studi atau kuliah di luar negeri untuk mempelajari disiplin ilmu baru yang belum ada di perguruan tinggi dalam negeri. Seperti bidang manajemen aset pemerintah daerah atau bidang e-Goverment terkini yang menjadi faktor utama terwujudnya keunggulan kinerja birokrasi.
ASN perlu melihat jendela dunia untuk mengembangkan karier dan bidang profesinya. Agar tidak seperti katak dalam tempurung yang setiap harinya merasa sumpek dan terus berkeluh kesah. Tentunya ini membutuhkan kemampuan berbahasa asing bagi ASN. Untuk itulah dibutuhkan kursus atau pendidikan bahasa asing, terutama bahasa bangsa yang kini menjadi pusat peradaban dan jantungnya pengembangan Iptek maupun proses inovasi global.
Kerjasama global pengembangan ASN sudah banyak ditandatangani. Baik dalam forum negara-negara G20 dan perjanjian bilateral lainnya. Mencetak ASN berkelas dunia searah dengan inisiatif, serta kerjasama Indonesia dengan Uni Eropa.
Perbaikan tata kelola pemerintahan telah menjadi penekanan kerja sama pembangunan Uni Eropa-Indonesia pada 2016. Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia memberikan bantuan hibah setengah milyar Euro untuk Indonesia yang digunakan untuk pendidikan dan tata kelola pemerintahan. Negara-negara Uni Eropa memiliki sejumlah inisiatif dalam tata kelola pemerintahan yang baik. Dengan demikian pantas menjadi tujuan pengiriman ASN Indonesia untuk mengembangkan sisi kemampuan kompetensinya.
Negara maju seperti Amerika Serikat juga sudah lama memberikan perhatian terhadap pentingnya kapasitas inovasi oleh ASN di daerah. Sejak 1992 pemerintah Amerika Serikat menerapkan National Performance Review, yakni kebijakan yang memfokuskan pada penilaian dan evaluasi sampai seberapa jauh capaian kinerja dan inovasi ASN di negara bagian utamanya akan masalah manajemen resources.
Perlu meningkatkan kompetensi dan kapasitas inovasi ASN di pusat dan daerah, sehingga tatakelola pemerintahan bisa lebih efektif serta berdaya saing global. Pemerintah daerah perlu investasi SDM berupa pengiriman ASN belajar ke luar negeri. Selama ini pemerintah daerah sudah mengirimkan SDM ke perguruan tinggi dalam negeri, seperti Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan perguruan tinggi lainnya, dengan status ikatan dinas. Karena konvergensi teknologi maupun pesatnya kemajuan tatakelola korporasi global, maka perlu juga terobosan dengan mengirimkan ASN daerah ke luar negeri.
Para ASN yang kinerjanya baik sebaiknya diberi kesempatan untuk kuliah dan kerja magang di negara maju mempelajari tata kelola korporasi dan berbagai inovasi. Salah satu bidang inovasi yang bisa dipelajari adalah teknologi e-Sourcing yang kini diintegrasikan dengan sistem pengadaan barang dan jasa secara elektronik atau e-Procurement. Teknologi e-Sourcing bukan sekadar katalog elektronik untuk keperluan pengadaan barang dan jasa. Tapi, perlu inovasi, sehingga bisa menjadi aplikasi atau alat bantu analisis dan bisa dijadikan rujukan standar teknis barang.
Perkembangan teknologi maupun tren dunia telah menyajikan berbagai inisiatif menuju smart work. Mestinya, ASN mampu mendayagunakan infrastruktur e-Goverment seefektif mungkin, sesuai dengan tatakelola dan standar global. Pengadaan infrastruktur layanan elektronik oleh ASN sudah merata hingga kedaerah. Namun, manfaat layanan elektronik masih belum optimal, karena lemahnya kapasitas inovasi. Layanan elektronik merupakan keniscayaan untuk mencapai efektifitas pemerintahan.
Kinerja ASN mestinya bermuara terhadap produktivitas nasional. Eksistensi ASN selama ini belum mampu mendongkrak produktivitas secara signifikan. Saat ini ada ketimpangan atau gap produktivitas antar negara. Sebagai gambaran kita bisa membandingkan produktivitas antara Korea Selatan, Malaysia, dan Indonesia. Produktivitas Korea Selatan lebih tinggi sekitar 6,35 kali (635%) dibangingkan Indonesia. Lalu, produktivitas Malaysia lebih tinggi sekitar 2,93 kali (293%) dari Indonesia. Sementara, produktivitas Korea Selatan lebih tinggi sekitar 2,17 kali (217%) dibandingkan Malaysia.
Saatnya ukuran kinerja dan bobot pekerjaan bagi ASN dirumuskan sebaik-baiknya. Selama ini kinerjanya belum terukur secara benar. Padahal, di negara maju sudah dirumuskan standar kinerja ASN secara rinci. Sedangkan di sini baru sebatas kode etik yang sangat normatif dan belum terukur secara obyektif.
Untuk meningkatkan kapasitas ASN perlu dilakukan sistem pembobotan pekerjaan dan evaluasi jabatan dengan metoda Hay Group yang menekankan domain of knowledge and skill. Ada beberapa tools yang bisa dipakai untuk mengevaluasi kinerja, kompetensi, dan bobot pekerjaan ASN, antara lain: Hay Group, Mercer, Watson & Hyatt, Malcolm Balridge. Tools atau metode di atas sudah diadopsi oleh beberapa lembaga negara dan korporasi kelas dunia serta disesuaikan dengan nilai dan tradisi local.


BIMO JOGA SASONGKO, BSAE, MSEIE, MBA : Lulus SMAN 3 Bandung tahun 1990. Berhasil memperoleh beasiswa dari Menristek BJ Habibie untuk kuliah di teknik penerbangan atau aerospace engineering, di North Carolina State University, Ralegh, North Carolina, USA. dari tahun 1991–1995. Kemudian melanjutkan program S2 di Amerika Serikat mengambil program master jurusan industrial engineering di Arizona State University. Tahun 1996 penulis kembali ke Indonesia dan berkarir di BPPT.
Pada 2001 melanjutkan studi ke FH Pforzheim Jerman dengan mengambil program MBA dan lulus 2003, kemudian bekerja kembali di BPPT sambil mendirikan Euro Management Indonesia. Saat ini penulis menjabat sebagai Ketua Umum IABIE (Ikatan Alumni Program Habibie). Yaitu ikatan alumni para lulusan SMA terbaik seluruh Indonesia dari tahun 1982–1996 penerima bea siswa kuliah di luar negeri lewat program BJ Habibie. Penulis saat ini juga menjabat sebagai Wakil Sekjen ICMI.


Share:

Kunjungan Alumni PPS S1 Jerman dan Prancis

Kunjungan Alumni PPS S1 Jerman dan Prancis

Senin, 07 Agustus 2017
Euro Management Indonesia
Gd. Ir. H.M. Suseno
Jl. RP. Soeroso No.6
Menteng - Jakarta Pusat

Kunjungan alumni PPS S1 Jerman Angk. 10, Group Fraunhofer  Thn 2013-2014 a.n :

1. Nama siswa: Traca Inderakusuma
 Univ : FH München
Jurusan :  Mekatronik

Kunjungan alumni PPS S1 Prancis Angk. 9 , Group Descartes  Thn 2015-2016 a.n :

1.         Nama siswa                        : Venia Dhilla Winanda
Univ                                   : Universite de Rouen
Jurusan                                : Science Pour L'ingenieur

2.         Nama siswa                        :  Ganendra Adiwardhana
Univ                                   : Universite de Lorraine
Jurusan                               : Science de la Terra

3.         Nama siswa                        : Abrar Abdau
Univ                                    : Amiens
Jurusan                                : Arts

4.         Nama siswa                        : Indira Fauzi
Univ                                   : Universite de la Rochelle
Jurusan                               : Coenie Civil

5.         Nama siswa                        : Ratu Alika Meliala
Univ                                   : Universite de Caen
Jurusan                               : Sosiologie

6.         Nama siswa                        : Zeke Wijil
Univ                                    : Universite de Franch Comte
Jurusan                                : Informatique

7.         Nama siswa                        : Mirza Ihza Mahendra
Univ                                   : Lycee des metiers Bazailles
Jurusan                               : Tourisme

Sebagai bentuk kepuasan alumni terhadap layanan Euro Management Indonesia, alumni bertemu langsung dengan  Bapak Wisnu Sabdo, S.Si, MBA selaku  Direktur Wilayah Eropa Euro Management Indonesia untuk silaturahmi serta berbagi informasi terbaru mengenai studi mereka di Jerman.

Alumni juga bertemu dengan Adik-adik kelasnya siswa/i PPS S1 Jerman, Angkatan 14 grup Ohm, dan PPS S1 Prancis, angkatan 11 grup Clemenceau, tahun 2017 – 2018 untuk berbagi pengalaman studi di Jerman dan Prancis sehingga memotivasi siswa/i untuk lebih semangat dalam belajar & mempersiapkan diri untuk studi di Jerman dan Prancis.






Share:

Euro Management Indonesia berpartisipasi dalam acara BEKRAF HABIBIE FESTIVAL Teknologi & Inovasi 2017

BEKRAF HABIBIE FESTIVAL Teknologi & Inovasi 2017
Senin - Minggu, 7-13 Agustus 2017
JiExpo Kemayoran - Jakarta Pusat
Euro Management Indonesia berpartisipasi dalam acara BEKRAF HABIBIE FESTIVAL Teknologi & Inovasi 2017 dengan tagline "Lihat, Sentuh, Rasakan Teknologi & Inovasi Terbaru Untuk Masa Depan Yang Lebih Baik".
Acara ini merupakan bentuk apresiasi kepada Bapak Teknologi Indonesia yang juga Presiden RI ke 3 Bapak B.J Habibie dan kemajuan teknologi saat ini.
Acara ini diisi dengan Pameran, Workshop, Makerland, Kompetisi, Food Festival, Pertunjukan dan Bazar.
Euro Management Indonesia menjadi salah satu Peserta Pameran dan membuka Stan untuk Konsultasi GRATIS studi ke luar negeri.
Untuk teman-teman yang mau Lihat, Sentuh dan Rasakan Teknologi & Inovasi untuk masa depan, Yuk sekalian mampir ke stan kami untuk konsultasi rencana studi kalian.









Share:

Siswa Euro Management Mendapat Audiensi Langsung Dengan Duta Besar RI Untuk Negara Prancis




Hari,Tgl              : Kamis,03 Agustus 2017
Pukul                  : 12.00 - 13.00 CET
Tempat                : Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Paris, Prancis

Sebuah Kehormatan dan Kebanggaan tersendiri bagi
Euro Management Indonesia, Perwakilan Mahasiswa/i PPS S1 Prancis Angkatan 10, Grup Coubertin, Tahun 2016-2017 Euro Management Indonesia bertemu langsung dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Negara Prancis.

Perwakilan Mahasiswa/i Euro Management Indonesia yang terdiri dari :

1. Kamila Kameliani
SMAN 1 Cibinong
Jurusan Bisnis Manajemen
CLA Besancon, Prancis.
  
2. Muhammad Dzaky Firdaus Sarujih
 SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta
 Jurusan Bisnis Manajemen
 CLA Besancon, Prancis.

3. Muhammad Alvyn
SMA Kusuma Bangsa Palembang
Jurusan Arsitektur
CLA Besancon, Prancis.

Mereka baru tiba di Paris, Prancis setelah menempuh perjalanan lebih dari 16 jam di pesawat dari Jakarta - Paris.

Bertempat di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Paris, Prancis, pada Pkl.12.00 CET mereka disambut langsung oleh Bapak Hotmangaradja M.P. Pandjaitan selaku Duta Besar Republik Indonesia untuk negara Prancis.

Dalam pertemuan tersebut,  selain untuk bersilaturahmi, Beliau juga sempat bertanya kepada Mahasiswa mengenai latar belakang mereka, jurusan yang akan diambil dan kenapa memilih Prancis.

Beliau juga Berpesan kepada para mahasiswa/i untuk serius belajar dan menyelesaikan pendidikannya dengan baik.


Go..Go...Go...‼

Maju Terus Anak - Anak  Intelektual Bangsa...‼

Euro terus all out... ‼

VIVA Euro Management Indonesia
Handriyanto, S.Pd
Direktur Marketing Komunikasi


Share:

Popular

Euro Management Indonesia. Diberdayakan oleh Blogger.

@euro.management

Pengikut

Statistik Pengunjung

Blog Archive

Adbox

Arsip Blog

Recent Posts