Minggu, 30 April 2017

Press Release Menyambut Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2017

Reformasi Pendidikan dan
Terobosan untuk Lulusan SMA Berbakat

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2017 menjadi titik tolak untuk melakukan reformasi pendidikan nasional. Seperti dinyatakan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, bahwa  reformasi itu dimulai tahun ajaran baru 2017-2018.

Reformasi ditekankan untuk merubah durasi waktu sekolah seperti  jam kerja guru dan jam belajar murid. Kegiatan belajar mengajar di sekolah akan diselenggarakan minimum delapan jam dalam sehari namun ditiadakan pada Sabtu dan Minggu. Pada hari Sabtu dan Minggu, sekolah tidak boleh menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar namun tetap boleh menjalankan kegiatan-kegiatan tambahan seperti ekstrakurikuler, pramuka, atau latihan kepemimpinan.

Mata pelajaran SD dan SMP akan dikurangi. Sekolah harus dibikin luwes, mata pelajaran juga tidak perlu terjadwal secara kaku karena yang terpenting sesuai dengan kebutuhan atau tujuan yang dicapai dalam proses belajar mengajar itu. Perlu ditambah  kegiatan di luar ruang kelas seperti mengunjungi museum,obyek atau lembaga Iptek, ekowisata atau laboratorium alam, dan perpustakaan agar mata pelajaran yang diberikan di kelas bisa lebih dihayati.


Ø  Euro Management Indonesia sebagai konsultan pendidikan internasional melihat bahwa tantangan berat reformasi pendidikan dan membangun karakter siswa karena masih banyak lingkungan sekolah dengan kondisi bangunan yang tidak nyaman dan halaman yang sempit.



Demi suksesnya reformasi dan untuk membentuk karakter unggul siswa, tidak harus melalui metode indoktrinasi yang kaku. Membentuk karakter dan sikap positip para siswa perlu merubah metode pengajaran sehingga siswa merasa riang gembira dan terbuka imajinasinya dalam menerima pelajaran. Jangan ada lagi siswa merasa tertekan saat menerima mata pelajaran apapun. Mata pelajaran yang dianggap momok, seperti Matematika, IPA dan bahasa asing dibuat tidak lagi menakutkan dan tidak menjemukan. 

Perlu membenahi karakter siswa sesuai dengan semangat jaman yakni pentingnya daya inovasi. Seperti yang pernah dirumuskan oleh tokoh pendidikan nasional Ki Hajar Dewantara. Dimana siswa harus terus menerus menghasilkan inovasi dengan cara 3 N (Niteni, Neroke, Nambahi).  Metode 3N yang dirumuskan oleh Ki Hajar Dewantara sangatlah relevan untuk membentuk karakter siswa terkait dengan kemajuan jaman yang sangat ditentukan oleh kapasitas inovasi. Metode 3N yang memakai istilah bahasa Jawa tersebut sangat relevan bagi pelajar hingga dunia usaha.
Para siswa diharapkan selalu memperhatikan unsur N yang pertama yakni “Niteni” atau mengamati kemajuan teknologi atau perkembangan produk. N yang kedua adalah “Neroke” atau menirukan kemajuan teknologi atau perkembangan produk. Lalu unsur N yang ketiga adalah “Nambahi” atau menambahkan (modifikasi). Metode 3N diatas sebaiknya ditanamkan kepada para siswa sekolah dengan cara-cara yang mengasyikan dan penuh ceria seolah mereka sedang berwisata.

Kondisi lingkungan sekolah yang ada sekarang ini kebanyakan kurang ramah lingkungan dan kurang nyaman untuk mengembangkan daya imajinasi siswa. Mestinya pendidikan dasar dan menengah memiliki lingkungan belajar yang nyaman dan ramah lingkungan. Saatnya menghilangkan conformity atau penyeragaman pendidikan dasar dan menengah lalu memberikan nuansa yang lebih bersahabat dengan alam, mengedepankan aspek kebudayaan lokal serta bersendikan daya imajinasi.

Para guru diarahkan untuk merangsang siswa dengan cara membuat proyek ilmiah sederhana setelah pelajaran teori. Metode eksperimental menuntut para guru dan pengelola sekolah untuk lebih kreatif dan inovatif guna memperoleh modul-modul proyek ilmiah sederhana beserta informasi pendukungnya.


Ø  Reformasi pendidikan memerlukan terobosan terkait dengan kondisi lulusan SMA berbakat yang tidak terserap oleh perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS) karena kapasitas atau rasio kursi dan jumlah dosen untuk  prodi tertentu masih kurang.


Melihat angka Hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2017 kita bisa melihat masih banyak siswa berbakat yang tentunya tidak bisa masuk prodi yang diinginkan.

Jumlah peserta yang dinyatakan lulus seleksi pada 78 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se Indonesia sebanyak 101.906 siswa. Jumlah tersebut merupakan hasil seleksi yang dilakukan oleh Panitia Pusat dari  jumlah pendaftar sebanyak 517.166 siswa.

Perlu terobosan yang menjadi pelengkap atau penunjang reformasi pendidikan. Yakni memberikan jalan yang seluas-luasnya kepada lulusan SMA berbakat untuk belajar di perguruan tinggi terkemuka di luar negeri. Berbagai skema pengiriman siswa berbakat perlu dibuat, dari skema beasiswa dari negara lewat LPDP, beasiswa pemerintah daerah maupun pengiriman secara mandiri oleh para orang tua yang memiliki kemampuan dana.

Perlu napak tilas program pengiriman siswa lulusan SMA terbaik dari seluruh Indonesia, untuk belajar di negara maju, yakni di Eropa, Amerika, Jepang dan Australia. Program diatas adalah sucsess story Program Beasiswa Habibie di Bawah Kementrian Riset dan Teknologi Periode 1992-1996, tentunya perlu diadopsi lagi sesuai dengan kondisi terkini.

Sungguh tidak adil jika tunas-tunas muda berbakat tersebut kehilangan kesempatan untuk menjadi SDM bangsa yang hebat. Apalagi Indonesia sebenarnya baru sedikit mengirimkan pelajarnya ke luar negeri.
Sungguh ironis, dengan jumlah penduduk pada 2016 sebesar 257,9  jiwa,  hanya sekitar 60 ribuyang belajar ke luar negeri. Suatu rasio yang timpang jika dibanding dengan negara lain.

Pengiriman siswa/mahasiswa ke luar negeri, adalah salah satu wujud kepedulian negara dan masyarakat dalam peningkatan kualitas SDM. Bahkan negara-negara besar seperti Inggris, Jerman, Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok; membuka kesempatan dan memberikan fasilitas pada mahasiswa atau pelajar yang berminat studi ke luar negeri, bahkan ke negara berkembang. Tujuannya adalah untuk mempelajari budaya, memelihara hubungan bilateral, atau untuk  kerjasama pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sebagai gambaran, menurut survey dari Institute of International Education (IIE), rata-rata pertumbuhan mahasiswa yang datang untuk belajar di Amerika Serikat mencapai delapan persen pertahun. Sebagian besar,  65 persen dibiayai secara pribadi, 19 persen dibiayai dari beasiswa yang ditawarkan oleh universitas di Amerika, 8 persen dari pemerintah asal, dan sisanya sebesar 8 persen berasal dari sumber-sumber lain. Prosentase diatas didominasi oleh pelajar dari Tiongkok, India, dan Korea Selatan, yang jumlahnya mencapai lebih dari 50 persen dari total mahasiswa asing yang belajar di negara tersebut.

Jumlah mahasiswa asal Tiongkok mencapai sepertiga dari seluruh mahasiswa internasional di AS dan mengalami peningkatan lima kali lipat sejak 2000. Mahasiswa Tiongkok makin banyak yang menempuh pendidikan di luar negeri karena dipersiapkan secara matang oleh pemerintahnya, antara lain dengan memperbanyak SMA internasional dimana murid-muridnya memiliki target untuk belajar di luar negeri.

Atas perhatian dan kerjasama antara Euro Management Indonesia dan rekan-rekan jurnalis media massa, baik media cetak maupun elektronik, kami sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya.


Jakarta,  29 April 2017
Pendiri Euro Management Indonesia




Bimo Sasongko, BSAE, MSEIE, MBA

President Director & CEO




Jumat, 28 April 2017

How Going Abroad Can Serve Not Only Yourself, But Also Your Community !

How Going Abroad Can Serve Not Only Yourself, But Also Your Community!
Maybe you have thought about going abroad, but you feel like it is selfish. You must leave your family behind, your friends, your community. Everybody at home will miss you. How can something that is such an individual experience and journey bring any value, anything positive, to the people you care about?
You see, when you start to learn, and you will learn so much every single day you spend in a foreign country, when you start to grow and develop individually, it is essentially a service to your community.

“Why?”, you ask.

Well, what do you think is going to happen when you come back? You have had so many new experiences. You have developed your skills and NOW it is time to give back. What could you have given them before? Now you can actually change something. Now you can contribute to your hometown and community. These skills, the knowledge you acquired, the difficulties that you have overcome will give you the strength and endurance needed to develop projects that will benefit your communities, your family and friends.
So, in a sense, leaving you community, your city, your country might be the best way to serve it.

“But why do I need to go abroad for this? Why can´t I stay here in Indonesia?”

Globalized World: Intercultural Skills
Today we live in a highly-globalized world where intercultural skills are essential. If you want to be successful in almost any imaginable field, you need to be able to accept and understand different cultures. You need to be able to think out of the box, and communicate effectively with people who live their lives differently from you without judging.
Every CEO, every employee of international companies needs to be able to understand the diverse needs and diverse ways of thinking of people coming from different parts of the planet. If you live with the people of a completely different culture for some time you hone your ability to understand their needs better and you can ultimately adjust your product to their needs.

“But, if I study in Germany, won´t I only be able to understand the Germans better?”

To a certain extent, yes, you will be an expert in how the German culture works. But because you went out of your own cultural structures, you will detect, understand and adapt to other cultural structures a lot faster.
Let´s say you never went abroad and always stayed in Indonesia. You have climbed the ranks in your big international company anyways. Now you have a great job that pays really well and that you enjoy. One day your boss asks you to close a difficult deal with an American company, because he trusts you and you have always been great at negotiating with all your other Indonesian clients. You most likely will use the strategies that have worked all those years, the strategies that won over all your Indonesian clients.
And you will probably fail.
Not because you are not competent, or inexperienced, but simply because you are not aware what a huge impact cultural differences can make in the way people communicate with each other, the way people do business.
Now, let´s say you are in that exact same position, except that you studied in Germany for 3 years. What do you think you will do differently?
Yes, before preparing the pitch to your potential American clients, you will probably research and study how Americans do business, how they communicate and what they value highly.
It is this AWARENESS of cultural impact and difference that will give you an edge to your competitors. You see, studying abroad gives you the chance, to not only study your subject of choice, but also the people and way of life there. It opens you up to different ways of thinking and by understanding that you can later in your professional life adjust your way of communicating your message according to the person you are talking to.

Networking: Create Your Own Personal International Safety Net
This skill of communicating effectively that you will learn, will also support another essential part of building a successful career, if not the most important part.
NETWORKING!
Networking basically means, meeting people, sharing ideas, making friends and building relationships that last. It is proven that good connections will get you so much further than even the best of grades. Humans are social animals and a remark from an employee, that he knows you and studied with you in Germany, or France or wherever you would like to go, will get you so much further than a great CV.

“Why is that?”

Employers will remember you more easily, “Ah yeah that´s the one soandso studied in Germany with”, and they will probably look at your application more closely.

“Well now”, you say, “I don´t want to work abroad, I want to work in Indonesia, so I better stay here and build up my network here.”

Yes, you can do that. But the most important part of a network is its quality.
The people that go abroad, people that take the initiative

Source : Kim Jenifer Gorchs (Praktikant Euro Management Indonesia)





Pelepasan Siswa/i PPS S1 Jerman Angkatan Ke 13 Grup Leibniz Tahun 2017-2018

Kamis, 27 April 2017

Euro Management Indonesia
Gd. Ir. H. M. Suseno – Rumah Eropa
Jl. R. P. Soeroso No. 6
Menteng - Jakarta Pusat


Acara pelepasan Siswa/i PPS S1 Jerman Angkatan Ke 13 Grup Leibniz Tahun 2017-2018, pada pukul 16.00 – 17.30 WIB dengan jumlah siswa yang akan diberangkatkan sebanyak 4 Siswa yang hadir beserta orangtua. Ke empat siswa tersebut akan diberangkatkan ke Kota Kiel, Jerman.
Siswa tersebut adalah:

1. Jorgy Wagiu
SMA Advent Timika, Papua
2. Ijlal Dwiputra
SMA Pramita Tangerang, Banten
3. Rafisal Hidayat
SMA Semen Padang, Sumatra Barat
4. Pricillia Reveni
SMA Cindramata Bekasi, Jawa Barat























OPEN HOUSE 4 KOTA EURO MANAGEMENT INDONESIA


✨ HALLO ... KOTA YOGYAKARTA ✨

✨ HALLO ... KOTA SEMARANG ✨

✨ HALLO ... KOTA BATAM ✨

✨ HALLO ... KOTA MEDAN ✨


Mau INFO BEASISWA Studi Di 9 Negara Maju Dunia di Pusat - Pusat Peradaban Dunia?

Mau INFO STUDI S1, S2, S3 di 9 Negara Maju Dunia di Pusat - Pusat Peradaban Dunia ?

Mau KONSULTASI Studi Di 9 Negara Maju Dunia di Pusat - Pusat Peradaban Dunia?

🌟 YUK...ACTION!!! Pastikan kalian Hadir di Acara .....

#SEMINAR GRATIS#

Studi di Luar Negeri
Studi Di 9 Negara Maju Dunia di Pusat - Pusat Peradaban Dunia
  • Jerman
  • Prancis
  • Austria
  • Inggris
  • Belanda
  • Spanyol
  • Australia
  • Jepang 
  • Amerika Serikat 

WAKTU DAN LOKASI ACARA :

🌟 YOGYAKARTA

🗓 Minggu. 30 April 2017
⏰   Pukul 15.00 - 17.00 WIB
🏢 Hotel Abadi Yogya
Jl. Pasar Kembang No. 49
Yogyakarta

🌟 SEMARANG 

🗓 Minggu. 30 April 2017
⏰   Pukul 15.00 - 17.00 WIB
🏢 Grand Saraswati Hotel
Jl. Singosari Raya No. 81A
Semarang

🌟 BATAM

🗓 Sabtu. 29 April 2017
⏰   Pukul 16.00 - 18.00 WIB
🏢 Venesia Hotel
Komplek Rezeki Graha Mas, Blok A No. 12-12A
Batam

🌟 MEDAN

🗓 Sabtu. 29 April 2017
⏰   Pukul 16.00 - 18.00 WIB
🏢 Madani Hotel Medan
Jl. Sisingamangaraja No. 1
Medan

🎁 DAPATKAN :
🎯 PELUANG BEASISWA Kursus Bahasa Asing *GRATIS

🎯 PELUANG BEASISWA UNGGULAN Kemendikbud RI untuk Studi di 9 Negara Maju Dunia di Pusat - Pusat Peradaban Dunia.

🎓 ( DAFTARKAN DIRI ANDA SEKARANG!!! ) 🎓

❗ GRATIS & TERBATAS UNTUK 100 PENDAFTAR PERTAMA❗
(Acara Terbuka Khusus Untuk PELAJAR dan Orangtua Siswa/i SMA/MA/SMK, kelas X, XI dan XII di Wilayah TERSEBUT DIATAS)

🎓 PENDAFTARAN 🎓
Nama_(Siswa/i_AsalSekolah_Kelas_No.Telpon)
contoh : cantika_sman3smrg_XIIipa_08778453xxx

📲 Kirim ke:
Hendra - 081519040071 (via WA)
Hairul - 0811998167 (via WA)
Ishak - 08119989155 (via WA)

( KEHADIRAN WAJIB Bersama ORANGTUA )

☎ Informasi Lebih Lanjut    
Euro Management Indonesia
Yayasan Pendidikan Eropa Indonesia
📞 Hotline Service 
+6281519040071
+62811998167
+62 8119989155
📧 info@euromanagement.co.id

🌐 Website :
http://euromanagement.co.id
http://gerakanindonesia2030.org

LINK PEMBERITAAN
Studi Gratis di Luar Negeri & Beasiswa Kursus Bahasa Asing
http://gerakanindonesia2030.org/liputan-media

ROADSHOW SEMINAR GRATIS STUDI DI LUAR NEGERI
- Studi Di 9 Negara Maju Dunia di Pusat - Pusat Peradaban Dunia -
ROADSHOW INI ADALAH BAGIAN DARI ROADSHOW BESAR DI 50 KOTA DI INDONESIA.
Jakarta - Bogor - Depok - Tangerang - Bekasi - Bandung - Sukabumi - Subang - Purwakarta - Sumedang - Serang - Cilegon - Garut - Tasikmalaya - Ciamis - Kuningan - Indramayu - Cirebon - Jogja - Surabaya - Semarang - Malang - Solo - Magelang - Medan - Padang - Pekanbaru - Jambi - Lampung - Bengkulu - Palembang - Batam - Banjarmasin - Pontianak - Samarinda - Balikpapan - Bontang - Tarakan - Palangkaraya - Manado - Makasar - Ambon - Ternate - Maumere - Bali - Mataram - Sorong - Manokwari - Jayapura - dan Timika

Terselenggarakan atas kerjasama & dukungan :
Yayasan Pendidikan Eropa Indonesia. 
Euro Management Indonesia.
Kementerian Sekretariat Negara RI.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Jadilah Bagian Dalam Mensukseskan GERAKAN INDONESIA 2030 ; SEJUTA INDONESIA DI JANTUNG DUNIA

Catch Your Dream and Lets Study Abroad